Selasa, 26 April 2022

Proses Design dan Life Cycle Basis Data

 RELATIONAL DATABASE


Relational Database adalah suatu model database yang disajikan dalam bentuk tabel. Model ini pertama kali diperkenalkan oleh E.F.Codd pada bulan juni 1970 dalam sebuah paper berjudul "A Relational Model of Data for Large Shared Data Banks"

Tujuan Relational Database :
  • Untuk menekankan kemandirian data
  • Menghilangkan inkonsitensi dan redudansi data menggunakan konsep normalisasi
  • Meningkatkan kemampuan akses data
Karakteristik Relational Database :
  • Struktur Tabular
  • Satu bahasa digunakan untuk semua pemakai
  • Data dihubungkan melalui nilai data
Model Data Relasional mengandung 3 komponen inti :

  •  Struktur data (data diorganisasi dalam bentuk tabel)
  • Manipulasi data (menggunakan SQL)
  • Integritas data (Menjamin konsistensi data)

Integritas data adalah menjamin konsistensi data terhadap semua konstrain yang diberlakukan terhadap data tersebut, sehingga memberikan jaminan keabsahan data itu sendiri.

Struktur Data
Struktur berbentuk tabel data dua dimensi
Contoh :
Struktur yang baik adalah relasi yang mengandung redundansi minimal dan mengijinkan pengguna untuk menyisipkan, memodifikasi serta menghapus baris-baris tanpa menimbulkan kesalahan.


Manipulasi Data
  • Data Definition Language (DDL)
- Create
- Drop
- Alter
  • Data Manipulation Language (DML)
- Insert
- Delete
- Update
- Select

Batasan Integritas Data

Domain Atribut
  • Setiap nilai yang disimpan dalam kolom sebuah relasi harus memiliki jangkauan nilai yang sama
Aturan Integritas
  • Aturan yang menjamin setiap atribut primary key bernilai valid (unik dan bukan null)
Referensial Integrity
  • Garis yang menghubungkan antara satu tabel dengan tabel lain

Proses Design Database

Basis data biasanya merupakan salah satu bagian dari suatu sistem informasi yang besar yang antara lain terdiri dari:

- Data

- Perangkat Lunak DBMS

- Perangkat Keras Komputer

- Perangkat Lunak dan Sistem Informasi Komputer

- Program-Program Aplikasi

- Pemrograman

Proses Design Basis Data yaitu:

Pengumpulan dan Analisa requirement

Pengidentifikasian group pemakai dan area aplikasi

Penelitian kembali dokumen-dokumen yang sudah ada yang berhubungan dengan aplikasi form, report, manual, organization chart, dsb

Analisa lingkungan operasi dan kebutuhan dari pemrosesan, seperti tipe transaksi, input/output, frekuensi suatu transaksi, dsb

Transfer informasi informal ke dalam bentuk terstruktur menggunakan salah satu bentuk formal dari requirement specification (bentuk diagram) seperti Flow Chart, DFD, UML Diagram, dll. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan kekonsistenan, ketepatan, dan kelengkapan dari spesifikasi

Design basis data conceptual

- High level data model, bukan implementation-level data model
- Memberikan gambaran yang lengkap dari struktur basis data yaitu arti, hubungan, dan batasan-batasan.
- Conceptual schema bersifat tetap
- Alat komunikasi antar pemakai basis data, designer, dan analis
- Harus Bersifat Conceptual data model harus DBMS independent.
Pemilihan DBMS
Faktor teknis: storage, akses path, user interface, programmer, bahasa query, data models
Faktor ekonomi: software, hardware, maintenance, training, operasi, konversi, teknisi,
Faktor organisasi: kompleksitas, data, sharing antar aplikasi, perkembangan data, pengontrolan data
Mapping dari conceptual ke logical
Memetakan conceptual model ke dalam DBMS
Menyesuaikan schema dengan DBMS pilihan
Hasil pemetaan biasanya berupa DDL
Physical design
Struktur storage, akses path untuk mendapatkan performance yang baik
Kriteria baik dapat dilihat dari:
response time
pemakaian storage
throughput (jumlah transaksi per unit waktu)
Perlu tuning untuk memperbaiki performance berdasarkan statistik pemakaian
Implementasi
DDL dan SDL dari DBMS dikompilasi membentuk schema basis data dan basis data yang masih kosong
Basis data dapat dimuati (di-load) dari sistem yang lama
Transaksi dapat diimplementasikan oleh program aplikasi dan dikompilasi
Siap dioperasikan
Keenam fase dalam proses design tidak perlu dilaksanakan secara mutlak, mungkin ada umpan antar fase dan masing-masing fase.

Proses Design terdiri dari dua proses paralel yaitu:
Proses design dari data dan struktur dari basis data (data driven).
Proses design dari program aplikasi dan pemrosesan basis data (process driven)

Mengapa harus paralel???? Karena kedua proses tersebut saling bergantungan. Contoh :
Menentukan data item yang akan disimpan dalam basis data bergantung dari aplikasi basis data tersebut, juga dalam menentukan struktur dan akses path.
Design dari program aplikasi tergantung dari struktur basis datanya.
Biasanya condong ke salah satu.

Life Cycle Database

Daur hidup (Life Cycle) yang umum dari Aplikasi Basis Data yaitu :
Definisi Sistem
Ruang Lingkup basis data
Pemakai
Aplikasi
Design
logical design
physical design untuk suatu DBMS
Implementasi
membuat basis data
membuat program aplikasi
Loading/konversi data
memasukan data ke dalam basis data
mengkonversi file yang sudah ada ke dalam format basis data dan kemudian memasukannya dalam basis data
Konversi Aplikasi
Semua aplikasi dari sistem sebelumnya dikonversikan ke dalam sistem basis data
Testing dan Validasi
Sistem yang baru ditest dan divalidasi (diperiksa keabsahannya)
 Operasi
Pengoperasian basis data dan aplikasinya
Monitoring dan Maintenance
Selama operasi, sistem dimonitor dan dipelihara. Baik data maupun program aplikasi masih dapat terus tumbuh dan berkembang.






Implementasi Algoritma Branch & Bound

Metode Branch and Bound Metode Branch and Bound  adalah sebuah teknik algoritma yang secara khusus mempelajari bagaimana caranya memperkecil...