Senin, 03 Oktober 2022

Berbagai Masalah Yang Dapat Diselesaikan Menggunakan Algoritma

 PENGERTIAN ALGORITMA

Algoritma adalah penyelesaian masalah yang logis. Logis maksudnya berdasarkan pada perhitungan pasti dan langkah yang tidak akan gagal. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Algoritma adalah prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah-langkah terbatas dan urutan logis pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah. Algoritma tidak hanya bisa diterapkan pada ilmu matematika. Algoritma juga berguna di segala macam bidang dan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, algoritma adalah bagian terpenting dalam proses pemrogaman, Terutama untuk memecahkan suatu masalah dan langkah yang tepat untuk mencapainya. Manusia saat ini tidak lagi menulis program untuk pemrograman. Melainkan menyelesaikan masalah yang akan diprogram dengan desain sebagai pemecahannya. Desain algoritma yang nantinya akan menjalankan pemrograman sebagai solusi. Desain pemrograman dengan algoritma yang berisi cara berpikir dan urutan langkah yang harus dilakukan agar bisa mencapainya.

  Bisa pula dikatakan algoritma adalah sebuah langkah perhitungan, penalaran otomatis, dan pemrosesan data sebelum menyelesaikan suatu masalah. Algoritma akan memaparkan kondisi awal, eksekusi yang harus dilakukan, dan hasil. Algoritma bias juga  dipelajari melalui teks. Teks inilah yang akan membuat sebuah program bisa menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Akan ada sebuah deskripsi dalam notasi untuk dimengerti dan dipahami. Notasi ini berupa notasi algoritmik dan notasi bahasa pemrograman.

  Algoritma secara bahasa diartikan sebagai proses perhitungan dalam bahasa Arab, namun saat ini ilmu algoritma berkembang sebagai ilmu dalam sistem komputasi. Mengutip dari laman stebisigm.ac.id (diakses pada 9/11/21), algoritma didefinisikan sebagai deretan langkah-langkah komputasi computer yang mentransformasikan data masukan menjadi keluaran. Berdasarkan pengertian ilmu algoritma dalam sistem komputasi tadi, maka algoritma secara umum dimanfaatkan sebagai sistem yang dapat memudahkan penyelesaian masalah dalam komputasi pemrograman.

ALGORITMA MENURUT PARA AHLI

 Algoritma adalah suatu daftar langkah demi langkah yang terhingga dari instruksi-instruksi yang terdefinisikan dengan jelas yang dipakai untuk permasalahan tertentu. (Seymour Lipschutz, Ph.D dan Marc Lipson, Ph.D.)

 Algoritma adalah hal umum untuk dipahami sebagai suatu keputusan yang tepat untuk mendefinisikan proses komputasi yang mengarahkan dari data awal hingga hasil yang diinginkan. ( Andrey Andreyvich Markov)

 Algoritma adalah suatu seperangkat aturan yang tepat mendefinisikan urutan operasi hingga sedemikian rupa sehingga setiap aturan yang efektif, jelas hingga sedemikian rupa sehingga urutan berakhir dalam waktu yang terbatas. (Stone dan Knuth)

 Definisi algoritma adalah suatu metode khusus untuk menyelesaikan suatu persoalan.(Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi)

 Algoritma adalah urutan terbatas dari operasi-operasi terdefinisi dengan baik, yang masing-masing membutuhkan memori dan waktu yang terbatas untuk menyelesaikan suatu masalah.( Goodman Hedet Niemi )

 Algoritma adalah sekumpulan aturan-aturan berhingga yang memberikan sederetan operasi-operasi untuk menyelesaikan suatu jenis masalah yang khusus.( Donald E. Knuth )

BERBAGAI PERMASALAHAN YANG DAPAT DISELESAIKAN DENGAN ALGORITMA

1.      ALGORITMA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Algoritma sering digunakan oleh sebagian orang dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian besar waktu, ini merupakan upaya untuk memecahkan beberapa masalah melalui urutan langkah-langkah yang sistematis.

a. Algoritma untuk membuat kopi

Contoh pertama dari algoritma dalam kehidupan sehari-hari  terkait dengan persiapan kopi. Ini termasuk instruksi untuk membuka bungkus kopi, menyeduh air, mencampur gula, dan mencampur dengan air panas. Kemudian megaduknya menggunaka sendok,Setelah semuanya tercampur rata, kopi siap disajikan.

b. Algoritma pembuatan mie goreng

Saat membuat mie goreng, buka bungkus mie dan biarkan sebentar sambil menunggu air yang dimasak panas lalu direbus dengan air panas tersebut. Langkah selanjutnya adalah mengeringkan air lalu mencampurkan bumbu dengan mie goreng. Setelah diaduk rata menggunakan sendok, bisa disantap hangat atau dingin.  

c. Algoritma memasak nasi

Sebelum menanak nasi, mohon cuci beras dan siapkan rice cooker. Setelah mendapatkan air yang cukup, letakkan di atas lalu tutup.colokkan kabel listrik rice cooker ke steker, Jangan lupa tekan tombol cooking dan biarkan nasi matang sampai muncul tombol warming.

 

2.      ALGORITMA PEMROGRAMAN

Dalam bidang komputer,Fungsi algoritma sangat diperlukan untuk menyelesaikan berbagai masalah pemrograman, terutama dalam komputasi numerik. Tanpa algoritma yang dirancang dengan baik, proses pemrograman akan menjadi salah, rusak, lambat dan tidak efisien. Pelaksana langkah-langkah di dalam algoritma adalah sistem komputer. Agar manusia dan komputer dapat berkomunikasi, manusia memberikan perintah-perintah kepada komputer berupa kumpulan instruksi yang dikumpulkan di dalam program. Dalam menyelesaikan persoalan, komputer perlu merumuskan beberapa langkah penyelesaian persoalan dalam sekumpulan instruksi. Kumpulan instruksi yang dimengerti oleh komputer inilah yang disebut dengan program.

a.      Algoritma Narasi

Contoh: Algoritma Kelulusan_mhs

Persoalan: Diberikan data berupa nama dan nilai mahasiswa. Jika nilai mahasiswa lebih besar atau sama dengan 60 maka mahasiswa tersebut dinyatakan lulus. Sedangkan jika nilainya lebih kecil dari 60, maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak lulus.

Algoritmanya akan seperti berikut:
baca nama dan nilai mahasiswa.
jika nilai >= 60 maka
keterangan = lulus
tetapi jika
keterangan = tidak lulus.
tulis nama dan keterangan

 

b.      Algoritma Pseudo Code

 

Contoh; Algoritma Kelulusan_mhs

Persoalan: Diberikan data berupa nama dan nilai mahasiswa. Jika nilai mahasiswa lebih besar atau sama dengan 60 maka mahasiswa tersebut dinyatakan lulus. Sedangkan jika nilainya lebih kecil dari 60, maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak lulus.

Deklarasi dari tipe datanya akan seperti berikut:
Nama = string
Nilai = integer
Keterangan = string

Algoritmanya akan seperti berikut:
read (nama, nilai)
if nilai >= 60 then
keterangan = ‘lulus’
else
keterangan = ‘tidak lulus’
write(nama, keterangan)

 

c.       Algoritma Flowchart

 

§  Flowchart menghitung luas lingkaran

Algoritma flowchart di bawah ini adalah contoh flowchart untuk menghitung luas lingkaran dengan rumus L = πr2:

Algoritma:

§  Program dimulai

§  Tentukan nilai phi dan r

§  Hitung L = phi x r2

§  Cetak Hasil L

§  Program Selesai

Flowchart:




Selasa, 26 April 2022

Proses Design dan Life Cycle Basis Data

 RELATIONAL DATABASE


Relational Database adalah suatu model database yang disajikan dalam bentuk tabel. Model ini pertama kali diperkenalkan oleh E.F.Codd pada bulan juni 1970 dalam sebuah paper berjudul "A Relational Model of Data for Large Shared Data Banks"

Tujuan Relational Database :
  • Untuk menekankan kemandirian data
  • Menghilangkan inkonsitensi dan redudansi data menggunakan konsep normalisasi
  • Meningkatkan kemampuan akses data
Karakteristik Relational Database :
  • Struktur Tabular
  • Satu bahasa digunakan untuk semua pemakai
  • Data dihubungkan melalui nilai data
Model Data Relasional mengandung 3 komponen inti :

  •  Struktur data (data diorganisasi dalam bentuk tabel)
  • Manipulasi data (menggunakan SQL)
  • Integritas data (Menjamin konsistensi data)

Integritas data adalah menjamin konsistensi data terhadap semua konstrain yang diberlakukan terhadap data tersebut, sehingga memberikan jaminan keabsahan data itu sendiri.

Struktur Data
Struktur berbentuk tabel data dua dimensi
Contoh :
Struktur yang baik adalah relasi yang mengandung redundansi minimal dan mengijinkan pengguna untuk menyisipkan, memodifikasi serta menghapus baris-baris tanpa menimbulkan kesalahan.


Manipulasi Data
  • Data Definition Language (DDL)
- Create
- Drop
- Alter
  • Data Manipulation Language (DML)
- Insert
- Delete
- Update
- Select

Batasan Integritas Data

Domain Atribut
  • Setiap nilai yang disimpan dalam kolom sebuah relasi harus memiliki jangkauan nilai yang sama
Aturan Integritas
  • Aturan yang menjamin setiap atribut primary key bernilai valid (unik dan bukan null)
Referensial Integrity
  • Garis yang menghubungkan antara satu tabel dengan tabel lain

Proses Design Database

Basis data biasanya merupakan salah satu bagian dari suatu sistem informasi yang besar yang antara lain terdiri dari:

- Data

- Perangkat Lunak DBMS

- Perangkat Keras Komputer

- Perangkat Lunak dan Sistem Informasi Komputer

- Program-Program Aplikasi

- Pemrograman

Proses Design Basis Data yaitu:

Pengumpulan dan Analisa requirement

Pengidentifikasian group pemakai dan area aplikasi

Penelitian kembali dokumen-dokumen yang sudah ada yang berhubungan dengan aplikasi form, report, manual, organization chart, dsb

Analisa lingkungan operasi dan kebutuhan dari pemrosesan, seperti tipe transaksi, input/output, frekuensi suatu transaksi, dsb

Transfer informasi informal ke dalam bentuk terstruktur menggunakan salah satu bentuk formal dari requirement specification (bentuk diagram) seperti Flow Chart, DFD, UML Diagram, dll. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan kekonsistenan, ketepatan, dan kelengkapan dari spesifikasi

Design basis data conceptual

- High level data model, bukan implementation-level data model
- Memberikan gambaran yang lengkap dari struktur basis data yaitu arti, hubungan, dan batasan-batasan.
- Conceptual schema bersifat tetap
- Alat komunikasi antar pemakai basis data, designer, dan analis
- Harus Bersifat Conceptual data model harus DBMS independent.
Pemilihan DBMS
Faktor teknis: storage, akses path, user interface, programmer, bahasa query, data models
Faktor ekonomi: software, hardware, maintenance, training, operasi, konversi, teknisi,
Faktor organisasi: kompleksitas, data, sharing antar aplikasi, perkembangan data, pengontrolan data
Mapping dari conceptual ke logical
Memetakan conceptual model ke dalam DBMS
Menyesuaikan schema dengan DBMS pilihan
Hasil pemetaan biasanya berupa DDL
Physical design
Struktur storage, akses path untuk mendapatkan performance yang baik
Kriteria baik dapat dilihat dari:
response time
pemakaian storage
throughput (jumlah transaksi per unit waktu)
Perlu tuning untuk memperbaiki performance berdasarkan statistik pemakaian
Implementasi
DDL dan SDL dari DBMS dikompilasi membentuk schema basis data dan basis data yang masih kosong
Basis data dapat dimuati (di-load) dari sistem yang lama
Transaksi dapat diimplementasikan oleh program aplikasi dan dikompilasi
Siap dioperasikan
Keenam fase dalam proses design tidak perlu dilaksanakan secara mutlak, mungkin ada umpan antar fase dan masing-masing fase.

Proses Design terdiri dari dua proses paralel yaitu:
Proses design dari data dan struktur dari basis data (data driven).
Proses design dari program aplikasi dan pemrosesan basis data (process driven)

Mengapa harus paralel???? Karena kedua proses tersebut saling bergantungan. Contoh :
Menentukan data item yang akan disimpan dalam basis data bergantung dari aplikasi basis data tersebut, juga dalam menentukan struktur dan akses path.
Design dari program aplikasi tergantung dari struktur basis datanya.
Biasanya condong ke salah satu.

Life Cycle Database

Daur hidup (Life Cycle) yang umum dari Aplikasi Basis Data yaitu :
Definisi Sistem
Ruang Lingkup basis data
Pemakai
Aplikasi
Design
logical design
physical design untuk suatu DBMS
Implementasi
membuat basis data
membuat program aplikasi
Loading/konversi data
memasukan data ke dalam basis data
mengkonversi file yang sudah ada ke dalam format basis data dan kemudian memasukannya dalam basis data
Konversi Aplikasi
Semua aplikasi dari sistem sebelumnya dikonversikan ke dalam sistem basis data
Testing dan Validasi
Sistem yang baru ditest dan divalidasi (diperiksa keabsahannya)
 Operasi
Pengoperasian basis data dan aplikasinya
Monitoring dan Maintenance
Selama operasi, sistem dimonitor dan dipelihara. Baik data maupun program aplikasi masih dapat terus tumbuh dan berkembang.






Selasa, 15 Maret 2022

KONSEP BASIS DATA

BASIS DATA
PENGERTIAN BASIS DATA TERDAPAT BEBERAPA PENGERTIAN BASIS DATA
  
Basis data (Edhy Sutanta; 2004 hal 18) : 
Kumpulan dari data-data yang saling terhubung yang disimpan secara bersama-sama secara independen pada suatu media dan dengan caracara tertentu sehingga mudah untuk digunakan/ditampilkan kembali. 

Basis Data (Linda M; 2004 hal 1): 
 Kumpulan data operasional lengkap dari suatu organisasi/perusahaan yang diorganisir/dikelola dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu menggunakan komputer sehingga mampu menyediakan informasi optimal yang diperlukan pemakai.

Basis Data (Stephens dan Plew (2000) dalam janner dan Iman (2006)) : 
Mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data. 

Basis data (Silberschatz dkk (2002) dalam janner dan Iman (2006)) : 
Kumpulan data berisi informasi yang sesuai untuk sebuah perusahaan. 

Basis Data ( Ramakrishnan dan Gehrke (2003) dalam janner dan Iman (2006)) : 
Kumpulan data, umumnya mendeskripsikan aktivitas satu organisasi atau lebih yang berhubungan.


TUJUAN BASIS DATA
James martin (1975) dalam edhy sutanta (2004) membedakan tujuan bais data menjadi 2 kelompok yaitu primer dan skunder.

Tujuan primer: tujuan utama yang ingin dicapai dalam perancangan dan pengembangan basis data

Tujuan skunder: tujuan tambahan yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan primer

Tujuan primer :
  • Data-data dalam basis data digunakan oleh banyak pemakai 
  • Menjaga investasi intelektual 
  • Penekanan biaya 
  • Menghilangkan proliferasi (terjadinya pengembangan sistem ganda) 
  • Unjuk kerja (performance) 
  • Kejelasan data yg tersedia untuk diakses 
  • Kemudahan pemakaian
  • Fleksibilitas penggunaan 
  • Kebutuhan data dapat dipenuhi dengan cepat 
  • Perubahan yang mudah 
  • Akurasi dan konsistensi 
  • Privasi 
  • Keamanan 
  • Ketersediaan
Tujuan Sekunder :
  • Independensi data secara fisik 
  • Independensi data secara logika 
  • Pengendalian/minimalisasi perangkapan data (redudancy data)  
  • Kecepatan akses 
  • Kecepatan pencarian 
  • Standarisasi data 
  • Tersedianya kamus data 
  • Interface pemrograman tingkat tinggi
  • Bahasa end user 
  • Pengendalian integritas 
  • Kecepatan pemulihan kembali dari kerusakan 
  • Kemampuan perubahan untuk penyesuaian 
  • Perancangan dan pengawasan alat-alat 
  • Pengorganisasian kembali (migrasi) data dapat dilakukan secara otomatis  
KEUNTUNGAN BASIS DATA
  • MENGURANGI KERANGKAPAN DATA 
  • MENCEGAH KETIDAKKONSISTENAN 
  • KEAMANAN DATA TERJAGA 
  • INTEGRITAS DAPAT DIPERTAHANKAN 
  • DATA DAPAT DIPERGUNAKAN SECARA BERSAMA-SAMA 
  • MENYEDIAKAN RECOVERY 
  • MEMUDAHKAN PENERAPAN STANDARISASI 
  • DATA BERSIFAT MANDIRI 
  • KETERPADUAN DATA TERJAGA
KERUGIAN BASIS DATA
  • DIPERLUKAN TEMPAT PENYIMPANAN YANG BESAR 
  • DIPERLUKAN TENAGA YANG TRAMPIL DALAM MENGELOLA DATA 
  • PERANGKAT LUNAKNYA MAHAL 
  • KERUSAKAN DAPAT MEMPENGARUHI DEPARTEMEN YANG TERKAIT
PENGERTIAN SISTEM BASIS DATA
   SISTEM BASIS DATA MERUPAKAN LINGKUP YANG LEBIH LUAS DARI BASIS DATA. SISTEM BASIS MEMUAT SEKUMPULAN BASIS DATA YANG MUNGKIN TIDAK ADA HUBUNGAN SATU SAMA LAIN TETAPI SECARA KESELURUHAN MEMPUNYAI HUBUNGAN SEBAGAI SEBUAH SISTEM DENGAN DIDUKUNG OLEH KOMPONEN LAINNYA.

KOMPONEN DASAR SISTEM BASIS DATA 

TERDAPAT 4 KOMPONEN SISTEM BASIS DATA YAITU :

  1.  DATA 
  2. HARDWARE (PERANGKAT KERAS) 
  3. SOFTWARE (PERANGKAT LUNAK) 
  4. USER ATAU PEMAKAI.
DATA 

 TERDAPAT TIGA JENIS DATA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN BASIS DATA YAITU : 

  • DATA OPERASIONAL 
  • DATA MASUKAN (INPUT DATA) 
  • DATA KELUARAN (OUTPUT DATA)
HARDWARE 
TERDIRI DARI SEMUA PERALATAN KOMPUTER YANG DIGUNAKAN UNTUK PENGELOLAAN SISTEM BASIA DATA BERUPA : 
  • PERALATAN UNTUK PENYIMPANAN BASIS DATA 
  • PERALATAN INPUT DAN OUTPUT 
  • PERALATAN KOMUNIKASI DATA
SOFTWARE
SOFTWARE BASIS DATA DAPAT BERUPA : 
  • DBMS YANG MENANGANI AKSES TERHADAP BASIS DATA SEHINGGA PEMAKAI TIDAK MEMIKIRKAN PROSES PENYIMPANAN DAN PENGELOLAAN DATA SECARA DETAIL 
  • PROGRAM-PROGRAM APLIKASI DAN PROSEDURE-PROSEDUR 
USER ATAU PEMAKAI
  • PEMAKAI BASIS DATA DIBAGI ATAS TIGA KLASIFIKASI YAITU: DATA ADMINISTRATOR ; ORANG ATAU TIM YANG BERTUGAS MENGELOLA SISTEM BASIS DATA SECARA KESELURUHAN. 
  • PROGRAMMER : ORANG YANG BERTUGAS MEMBUAT PROGRAM APLIKASI 
  • END USER : ORANG YANG MENGAKSES BASIS DATA MELALUI TERMINAL DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA BASIS DATA.
sc:http://staffnew.uny.ac.id/upload/132318566/pendidikan/KONSEP+BASIS+DATA.pdf

Senin, 10 Januari 2022

DEFINISI DAN PERBEDAAN ANTARA THREADS DAN PROCESSES

 

PENGERTIAN PROSES DAN THREAD

1. Proses  merupakan suatu upaya pemberian ajaran secara mendalam (tanpa kritik) atau penggemblengan mengenai suatu paham atau doktrin tertentu dng melihat suatu kebenaran dr arah tertentu saja :)

2. Thread adalah unit dasar dari penggunaan CPU, yang terdiri dari Thread ID, program counter, register set, dan stack. Sebuah thread berbagi code section, data section, dan sumber daya sistem operasi dengan Thread lain yang dimiliki oleh proses yang sama. Thread juga sering disebut lightweight process.

A. perbedaan antara Proses dan Thread

Sebuah proses adalah sebuah peristiwa adanya sebuah program yang dapat dieksekusi. Sebagai sebuah eksekusi proses, maka hal tersebut membutuhkan perubahan keadaan. Keadaan dari sebuah proses dapat didefinisikan oleh aktivitas proses tersebut. Suatu proses adalah lebih dari kode program, dimana kadang kala dikenal sebagai bagian tulisan. Proses juga termasuk aktivitas yang sedang terjadi, sebagaimana digambarkan oleh nilai pada program counter dan isi dari daftar prosesor/ processor’s register. Suatu proses umumnya juga termasuk process stack, yang berisikan data temporer (seperti parameter metoda, address yang kembali, dan variabel lokal) dan sebuah data section, yang berisikan variabel global. Setiap proses mungkin menjadi satu dari beberapa state berikut, antara lain: new, ready, running, waiting, atau terminated. Setiap proses direpresentasikan ada sistem operasi berdasarkan proses-control-block (PCB)-nya.

Saya tekankan bahwa program itu sendiri bukanlah sebuah proses. Suatu program adalah satu entitas pasif, seperti isi dari sebuah berkas yang disimpan didalam disket, sebagaimana sebuah proses dalam suatu entitas aktif, dengan sebuah program counter yang mengkhususkan pada instruksi selanjutnya untuk dijalankan dan seperangkatsumber daya/resource yang berkenaan dengannya.

Proses memiliki dua karakteristik namun kedua karakteristik dilakukan secara independen oleh sistem operasi :

- Resource ownership (kepemilikan sumber daya)

Proses mempunyai ruang alamat virtual untuk menangani image proses yang didefinisikan dalam PCB.

- Scheduling-execution (penjadwalan-eksekusi)

Mengikuti suatu path eksekusi (trace), ada pergatian dari satu proses ke lainnya Unit dari kepemilikan sumber daya diacu sebagai proses atau taskuatu thread yang salah dapat menganggu thread yang lain didalam proses yang sama,karena thread berbagai pakai ruang memori virtual dan sumber daya lain yang sama.

Thread adalah unit dasar dari penggunaan CPU, thread mengandung Thread ID, program counter, register set, dan stack. Sebuah Thread berbagi code section, data section, dan sumber daya sistem operasi dengan Thread lain yang dimiliki oleh proses yang sama. Thread juga sering disebut lightweight process. Sebuah proses tradisional atau heavyweight process mempunyai thread tunggal yang berfungsi sebagai pengendali. Perbedaan antara proses dengan thread tunggal dengan proses dengan thread yang banyak adalah proses dengan thread yang banyak dapat mengerjakan lebih dari satu tugas pada satu satuan waktu.

B.perbedaan antara Proses dan Thread

1.Proses sulit untuk membuat karena membutuhkan duplikasi proses induk dan alokasi memori sedangkan thread lebih mudah untuk membuat karena mereka tidak memerlukan ruang alamat yang terpisah.

2.Thread digunakan untuk tugas-tugas sederhana, sementara proses yang digunakan untuk tugas-tugas yang berat-berat seperti pelaksanaan aplikasi.

3.Proses tidak berbagi ruang alamat yang sama, namun thread dalam berbagi proses yang sama ruang alamat yang sama.

4.Proses yang independen satu sama lain, tetapi thread saling bergantung karena mereka berbagi ruang alamat yang sama.

5.Sebuah proses dapat terdiri dari beberapa thread.

6.Karena thread berbagi ruang alamat yang sama, virtual memori hanya terkait dengan proses tapi tidak dengan thread. Tapi prosesor virtual yang berbeda dikaitkan dengan setiap thread.

7.Setiap proses memiliki kode dan data sendiri sedangkan proses thread berbagi kode yang sama dan data.

8.Setiap proses dimulai dengan thread utama, tapi dapat membuat thread tambahan jika diperlukan.

9.Konteks beralih antara proses jauh lebih lambat dibandingkan konteks beralih antara thread dari proses yang sama.

10.Thread dapat memiliki akses langsung ke segmen data, tetapi proses memiliki salinan sendiri segmen data mereka.

11.roses memiliki overhead tapi tidak thread.

Ringkasan Proses vs Thread

Proses dan thread dua teknik yang digunakan oleh programmer untuk mengontrol prosesor dan pelaksanaan instruksi pada komputer dengan cara yang efisien dan efektif. Sebuah proses dapat berisi beberapa thread. Thread menyediakan cara yang efisien untuk berbagi memori meskipun beroperasi beberapa eksekusi dari proses. Oleh karena itu, thread merupakan alternatif untuk beberapa proses. Dengan tren yang berkembang menuju prosesor multi-core, thread akan menjadi alat yang paling penting dalam dunia programmer.

Implementasi Algoritma Branch & Bound

Metode Branch and Bound Metode Branch and Bound  adalah sebuah teknik algoritma yang secara khusus mempelajari bagaimana caranya memperkecil...